Catper #26 ORANG-ORANG BAIK


Saya percaya, di belahan dunia mana pun, ketulusan adalah bahasa yang dimengerti semua orang.

***

Saya memang melakukan perjalanan seorang diri. Backpacker pula. Namun perjalanan 9 hari lintas Negara ini, saya banyak dibantu orang-orang baik. Sampai saya di Indonesia, saya masih saja dibuat menangis saking terharunya.

Yang pertama, saya tentu harus berterima kasih pada Neo. Dialah yang membantu saya memberikan banyak informasi tentang Bangkok, rute perjalanan, dan makanan halal.

Yang kedua, tentu dua wanita yang membantu saya saat transit di Changi. Bertemu saudara sebangsa di saat saya panik benar-benar membantu.

Selanjutnya adalah petugas bandara Suvarnabhumi, yang memberikan rute alternatif selain AE dengan ramahnya.

Berikutnya, siapa lagi kalau bukan petugas Sevell yang meluangkan waktu lebih dari setengah jam untuk membantu mengaktifkan sim card, menuliskan alamat dalam bahasa Thai, berusaha menjelaskan rute menuju Khaosan road. Meski dengan bahasa Inggris yang terbata-bata, ia melayani saya dengan ramah dan penuh senyum. Kemudian, tak lupa supir taksi yang baik hati, yang mengantarkan saya sampai penginapan dengan selamat. Menelepon penginapan dari ponselnya, memastikan saya bertemu dengan staf hostel, baru kemudian berbalik arah.

Berikutnya, para staf Phiman guest house yang super ramah, care dan baik hati. Memastikan saya tidak kesulitan menuju rute berikutnya. Entah yang mana staf, yang mana owner. Semuanya baik hati. Terutama yang meminjamkan saya ponselnya sehingga saya dapat mengirim sms ke keluarga. Meski penginapannya sederhana, namun saya merasa aman dan terbantu. Phiman Riverview Guest House beralamat di 123 Samsen road, soi 5 Bangkok.

Hemh…, siapa lagi ya? Orang-orang yang saya mintai bantuan untuk memotret. Hahaha… Keluarga asal China yang sangat ramah. Seorang bapak di Grand Palace. Orang-orang Indonesia yang saya temui, Ken, Dyah Rah Jagad, Harun, juga nantinya Chippy, mbak Devi dan mbak Dina. Mereka membuat perjalanan saya lebih berwarna, dan tentunya terdokumentasikan. Wkwkwk…

Selanjutnya, Pumi dan Pongma. Meski saya hanya kenal sebentar. Namun keramahan mereka membuat saya tidak kesepian. Juga keluarga asal Perancis dengan anaknya yang super cute, serta keluarga Chinese pendiam yang bareng dengan saya dalam perjalanan Hatyai-Penang.

Penang…, ah. Saya harus berterimakasih pada pemuda baik hati yang menunjukkan saya jalan. Memastikan saya menuju arah yang benar, baru kemudian berani pergi. Bicara mengenai penginapan. Lagi-lagi saya bersyukur selalu mendapat penginapan yang aman dengan kemudahan makanan halal. Hendrik, staf kocak yang sangat helpfull di Malabar inn, Penang. Tempat ini layak direkomendasikan. Malabar Inn berlokasi di no 26, 28, 29 dan 31 Lebuh Cintra, 10100 Penang, Malaysia. Anda bisa cari di google penginapan milik Mr. Tony Yeoh ini.

Ah ya, tentu saja, saya harus berterima kasih pada supir taksi yang muter-muter nyariin alamat saudara saya di Cheras sampai saya merasa kasihan. Tetangga saudara saya yang ngasih semangka, saudara saya yang menampung saya di Cheras. Terutama Mbak Sri yang mengantarkan saya kesana-kemari dan Faiz yang meminjamkan laptopnya hingga saya tidak mendapat kesulitan karena sudah tahu alamat penginapan di Singapura. Untunglah saya sempat menginap di Cheras, jadi saya bisa mencuci semua pakaian dan googling rute berikutnya, hehe.

Orang-orang yang saya temui di jalan ketika saya menanyakan rute atau alamat. Jumlahnya sudah sulit dihitung.

Di Malaka, lagi-lagi saya dibuat terharu dengan kebaikan orang asing. Mr. Harry, yang melobi pemilik penginapan untuk menurunkan harga penginapan, memberikan info tempat makan halal, mengantarkan saya ke mall yang jauh dengan mobilnya hanya agar saya bisa menukarkan uangnya. Satu hal yang membuat saya masih terharu hingga kini. Kalau anda ke 1511 Guest House di no 23A, jalan TKL 1-2, Taman Kota Laksamana, 75200 Melaka, tolong sampaikan salam dan terima kasih saya pada Mr. Harry ya?

Di Singapura, saya juga dibuat tercengang, saat seorang bapak paruh baya, mengantarkan saya, berjalan kaki cukup jauh, sampai saya menemukan penginapan yang saya tuju. Ah, ternyata di dunia ini masih banyak orang baik.

Seorang bapak asal Indonesia yang juga mengantarkan saya kembali ke penginapan, dan menunjukkan saya jalan ke masjid terdekat di kawasan Little India.

Bu Nawiyyah yang saya temui di bandara Changi, mengantarkan saya dengan mobilnya, memberikan cemilan, menunjukkan saya masjid terdekat, mengenalkan saya dengan lingkungan muslim di Singapura, menawarkan persaudaraan antar bangsa yang indah dari daerah Tempanis.

Meskipun perjalanan 9 hari ini adalah perjalanan yang mainstreem, meskipun rutenya mungkin biasa, meskipun negara tujuannya dekat. Tapi perjalanan ini benar-benar sangat menghibur. Selama 9 hari saya tidak bisa dihubungi atau menghubungi, sepenuhnya berserah, bergantung pada Maha Pengasihnya Allah lewat hamba-hambanya. Tidak ada yang kebetulan.

Saya bertemu begitu banyak orang baik. Orang-orang yang tak cukup rasanya saya berterimakasih. Orang-orang yang membuat hati saya tercekat dan mata saya gerimis. Orang-orang yang membuat saya percaya, bahwa doa-doa saya didengar. Allah kirimkan di hadapan saya, tepat waktu. Membuat saya ditelan rasa syukur yang tak kunjung habis.

Begitu banyak saya temui orang-orang baik. Terlalu banyak pertolongan demi pertolongan sampai-sampai rasanya saya tidak layak.

Perjalanan yang membuat saya berulang-ulang mempertanyakan, “Memangnya saya sudah berbuat apa sampai berhak ditolong Allah sedemikian rupa?” Selalu, dan selalu. Terlalu banyak ‘kebetulan’ yang membuat saya merinding.

Allah itu baik. Meskipun saya belum jadi orang baik. *kemudian gerimis.

 

***

Iklan

Tentang Nurbaiti-Hikaru

Financial advisor yang suka nulis dan bertualang. Menyelesaikan S1 nya dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung jurusan pendidikan Bahasa Jepang serta memiliki lisensi perencanaan keuangan dari Financial Planning Standard Board Indonesia. Coachee di program Money Coaching EHI (Emotional Healing Indonesia) Berkecimpung di berbagai organisasi dan menghasilkan belasan buku sejak SMP. Saat ini sebagai Unit Manager di PT. Prudential Life Insurance. Anggota Persatuan Sastrawan Muslim Sedunia, Pendiri yayasan sosial Ibnu Syam, serta pengurus pusat Forum Lingkar Pena (FLP), divisi Bisnis dan Dana Usaha. Kontak dengan penulis via email: nurbaiti.hikaru@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di SERI PERJALANAN dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Catper #26 ORANG-ORANG BAIK

  1. dian nafi berkata:

    waaaah, subhanallah. Alhamdulillah ya. Mungkin karena orang baik, mbak, jadi banyak orang-orang baik juga yang menolong mbak 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s