CINTA DALAM SEWADAH SLIME: SLIME FOR YOUR SOUL


Awalnya saya gak begitu peduli sih sama trend mainan slime yang bikin anak SD bisa dapat belasan juta per bulan dari bisnis ini. Saya baru mulai ngeh ketika hal ini dibahas di grup maintenance Life Coaching Emotional Healing Indonesia (LC EHI).

slime-warna-mutiara-blink-blink

Slime warna mutiara dengan campuran blink-blink made by our Coach, Irma Rahayu

 

Coach kami, Teh Irma Rahayu yang kami panggil Mamak pun mulai melayangkan ‘bakiak’-nya.

“Anak kecil aja sukses karena nggak cuma berani mimpi, minta doain sana-sini tapi males gerak, banyak nunda dan alesan.”

“Dia berani dan gerak, nggak mikir kapan kaya tapi seneng ngerjainnya.”

“Anak kecil gak baperan, dikit-dikit emosian, dikit-dikit tersinggungan, dikit-dikit alesan sibuk ini itu….”

“Anak kecil itu NGGAK TUKANG NGATUR…. Dikit-dikit, doain ya mak. Lha yang didoain nggak ngapa-ngapain. Trus apa gunanya gue doain???”

Beberapa kalimat jleb Coach membuat kami, para coachee bergantian mengirimkan ikon meringis, tutup muka, atau kehilangan muka.

Rupanya bakiak Mamak masih berlanjut.

“Terakhir…, anak kecil itu nggak cuma JLEB…, PLAKK atau apalah apalah. Trus semenit kemudian…, males lagi dan nggak ngapa-ngapain juga.”

Saya pikir itu hanya pembicaraan sambil lalu yang akan segera berganti topik seiring waktu.

Tak dinyana, Mamak kemudian bereksprimen membuat slime sendiri. Slime-nya unik. Kami yang melihat foto slime bening cantik dengan glitter dengan mupeng berkomentar di grup. Kemudian tara…, kejutan. Kami ditawarkan untuk membuat slime bareng. Kalau sampai Coach kami kasih tugas atau bikin sesuatu, itu pasti ada hubungannya dengan proses coaching. Jadi kami dengan antusias menyambut. Sampai larut malam bela-belain japri pemasok bahan slime. Namun akhirnya karena kendala waktu, Mamak membuat sendiri slime tersebut dan memberikannya kepada kami secara cuma-cuma sebagai hadiah.

Ini beberapa jenis di antaranya:

 

Dijamin, slime ini gak akan ada di pasaran. Slime-nya dibuat dengan bahan khusus sesuai karakter para coachee. Bahannya sampai indent ke Surabaya dan Bandung. Saya juga baru tahu bahwa ternyata bahan-bahan tertentu harganya bisa sampai jutaan rupiah. Misalnya powder glow in the dark.

Hasilnya? Slime spesial pun tercipta. Karena ini slime hadiah, hanya kami, para coachee yang biasa disebut bangkoters yang bisa merasakan energi cinta yang luar biasa pada slime tersebut. Mungkin karena setiap hari kami intens berinteraksi di grup. Hubungan kami dengan Coach pun sudah kayak orang tua dan anak. Jadi mohon maaf sebelumnya, khusus untuk slime hadiah ini, tidak untuk dipinjamkan, hehehe. Lagipula kalau anda yang pegang, belum tentu cocok sih. Bisa jadi anda malah berasa nggak nyaman.

Bukan hanya warna dan bentuk, peruntukan slime-nya pun berbeda-beda. Ada slime untuk jiwa peragu, ada slime supaya nggak banyak ngatur, ada slime melatih kesabaran yang tiga hari kemudian baru boleh dimainkan, dll. Bentuk dan warnanya juga berlainan. Ada yang bening, gradasi 3 warna, ada yang warna mutiara, ada yang ditambah glitter. Malah ada yang mau dibuat dengan bahan semacam swarovsky juga lho.

Aturan mainnya harus tenang, (PLAKK). Gak boleh pake nafsu (JLEB). Kalau mainnya pake nafsu, slime-nya akan lengket. Slime ini juga gak boleh dicuekin lebih dari  3 hari. Hihihi… kayak orang marahan aja ya?

Slime yang saya terima sendiri adalah slime susu dengan glitter yang harus diperlakukan ekstra lembut. (Uhuk uhuk uhuk. *mendadak batuk). :D. Udah kayak memperlakukan pacar aja. Eh, tapi saya nggak pacaran ding. Cuma menerima taarufan. *apasih.

Wanginya enaaakkk… banget. Teksturnya super lembut. Pertama disentuh pun kayak baru kenalan. Saya totol-totol dulu dalam wadahnya. Itu rasanya ya…, haduuh, gimana melukiskannya saya bingung deh.

Kayak kita dipeluk orang yang kita sayang. Bikin hati meleleh. Adeeem banget. Mungkin anda pikir saya lebay. Tapi kalau anda anak LC, anda akan mengerti.

Lembutnya itu…, kayak kita makan marshmallow yang habis dipanggang, taruh di lidah, dan perlahan… biarkan ia mencair, meleleh dengan lembut dalam mulut. Teksturnya secara kasat mata seperti keju mozarella yang kita tarik dari potongan pizza. Serat-serat yang dihasilkannya selembut itu.

Padahal aslinya saya nggak begitu suka susu dan produk olahannya. Tapi yang ini beda banget. Tiap kali saya sentuh, hati saya lumer. Saya sampai terharu sendiri.

Trus gimana dong kalau anda penasaran dengan slime ini?

Hemh…, gimana ya? Slime ini hadiah khusus. Slime yang kami terima ini semuanya gratis. Di grup sih pada penginnya Mamak bikin untuk komersial. Mungkin buat terapi apa gitu. Secara kami tahu Mamak kalau melakukan sesuatu bukan karena uang. Malah beberapa coachee sudah mengajukan diri sebagai reseller dan ada yang japri tanya harga. Sementara slime-nya aja belum dibikin.

Kalau nanti Coach kami beneran jadi bikin slime untuk dijual pun, saya tidak tahu jenis slime apa yang akan cocok untuk anda. Namun apapun jenis slime yang dibuat nanti, apakah bening, aneka warna, susu, glitter, kristal atau malah menyala dalam gelap, setahu saya, aturannya tetap sama: mainnya gak boleh pake nafsu. *kemudian ngaca. :/

***

#slimeforyoursoul #loveslime #lifecoaching

 

Iklan

Tentang Nurbaiti-Hikaru

Financial advisor yang suka nulis dan bertualang. Menyelesaikan S1 nya dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung jurusan pendidikan Bahasa Jepang serta memiliki lisensi perencanaan keuangan dari Financial Planning Standard Board Indonesia. Coachee di program Money Coaching EHI (Emotional Healing Indonesia) Berkecimpung di berbagai organisasi dan menghasilkan belasan buku sejak SMP. Saat ini sebagai Unit Manager di PT. Prudential Life Insurance. Anggota Persatuan Sastrawan Muslim Sedunia, Pendiri yayasan sosial Ibnu Syam, serta pengurus pusat Forum Lingkar Pena (FLP), divisi Bisnis dan Dana Usaha. Kontak dengan penulis via email: nurbaiti.hikaru@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di PENGEMBANGAN DIRI, Uncategorized dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s