DI BALIK LAYAR MUNAS KE-4 FLP


Kamis malam. Ketika para peserta tiba di Wisma PU, saya teringat pengalaman Munas pertama saya belasan tahun yang lalu.

Saya dan beberapa teman FLP Bandung berangkat ke Jogjakarta. Kami mengajukan sponsor sana-sini demi mendapatkan biaya untuk keperluan Munas. Kami naik kereta ekonomi malam hari. Kereta ekonomi saat itu belum sebaik sekarang. Lampu gerbong mati. Pedagang berseliweran. Sementara saya dan teman-teman yang perempuan cukup beruntung mendapat tempat duduk. Para laki-laki, Kang Irfan Hidayatullah, Kang Opik, Bang Aswi dan lainnya duduk dan berjaga bergantian demi mengamankan kami dari copet.

Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di CATATAN KECIL, INFO, KEPENULISAN, Uncategorized | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

CATATAN PERJALANAN NEPAL #8 GIRL POWER


Apa yang dilakukan para gadis ketika berkumpul?

Ngerumpi?

Yah, jika sudah saling kenal lama, mungkin itu yang akan kami lakukan. Namun berhubung kami semua kawan baru. Jadi kami hanya melakukan hal-hal standard yang dilakukan wanita pada umumnya: memasak.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , , , , , | 2 Komentar

CATATAN PERJALANAN NEPAL #7 KELUARGA BARU DARI KASHMIR


“Kaki kamu pasti sakit sekali sekarang,” kata Sumi keesokan harinya.

Saya hanya tertawa. Mr. Ghulan sudah pergi ke toko. Televisi di ruang tamu menyala, menyiarkan berita dalam bahasa Hindi. Kami berdua telah selesai sarapan. Croisant dan teh susu. Belakangan saya tahu resepnya berbeda. Teh susu untuk saya diberi gula. Sedang untuk Sumi dan ayahnya diberi garam. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , , , , , , , | 4 Komentar

CATATAN PERJALANAN NEPAL 6. NAYAPUL-POKHARA


Seharusnya saya tidak di sini.

Seharusnya saya duduk manis di sebuah hotel dekat Danau Phewa atau menginap semalam lagi di sebuah tea house yang memiliki perapian tradisional. Menikmati segelas masala tea dan momo sayuran sambil menghangatkan diri di depan pendiangan.

Nyatanya, saya ada dalam sebuah bus di tengah badai. Menjadi satu-satunya turis di antara orang-orang lokal. Sementara hujan dan angin memukul-mukul kaca jendela. Bus menempuh rute berkelok, di sebuah jalan tanpa lampu penerangan. Ketika petir menggelegar, kilatan cahayanya membuat saya tahu kami berada di dekat jurang. Sialnya, saya duduk di dekat supir bus. Jadi seluruh pemandangan di depan terhampar jelas.

Menempuh rute ini di pagi hari yang cerah mungkin menyenangkan. Tapi melewatinya di malam hari ketika cuaca buruk adalah hal yang menakutkan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

CATATAN PERJALANAN NEPAL #5 POON HILL-NAYAPUL


Gerimis turun sejak pagi. Gorephani diselimuti halimun. Selama berjam-jam saya berharap cuaca membaik. Perjalanan ke Poon hill memakan waktu sekitar 45 menit. Namun saya mengalokasikan waktu 1 jam agar lebih leluasa menikmati jajaran pegunungan Himalaya. Saya berencana menghabiskan waktu setengah jam di Poon hill sebelum kemudian kembali turun ke Nayapul dan langsung kembali ke Pokhara.

Pukul 10 pagi saya memutuskan untuk naik. Saya mengenakan jaket, menembus hujan dan mulai mendaki. Saya tahu saya tidak akan melihat Everest, Annapurna, Lotse, Fishtail atau gunung-gunung terkenal lainnya dalam cuaca seperti ini. Tapi tak apa. Setidaknya kali ini saya lebih siap. Tidak seperti tahun lalu ketika jauh-jauh ke Kawaguchiko dan Gunung Fuji tertutup kabut.

Lagipula, saya sudah di sini. Sudah sejauh ini. Saya perlu menyelesaikan apa yang sudah saya mulai.

IMG_20170816_074458

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

CATATAN PERJALANAN NEPAL #4 LIFE IS NEVER FLAT


Hari ke dua treking adalah yang terberat. Dari Sanker Guest House yang saya inapi, saya menuju hutan kecil, menyebrangi 2 jembatan lalu melewati perkampungan penduduk. Dari Tikhedhunga menuju Ulleri jalurnya full tanjakan. Awalnya saya masih melaluinya dengan senang hati. Sungai kecil di antara bebatuan, kesejukan hutan, serta semangat petualangan membuat saya meneruskan langkah. Namun setelah 1,5 jam dan jalannya masih terus menanjak, saya mulai kesal.

Kata pemilik penginapan dari Tikhedhunga menuju Gorephani memerlukan waktu 6 jam perjalanan. Tapi melihat sedikitnya kemajuan yang saya capai, saya meragukan kata-katanya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , | 12 Komentar

CATATAN PERJALANAN NEPAL #3. SOLO TREKING POONHILL


Karena ketinggian rata-rata gunung di Himalaya sekitar 8 ribu meter, wajar jika Poonhill dengan ketinggian 3210 mdpl hanya dianggap sebagai bukit. Padahal ketinggian itu berarti 457 meter lagi menuju puncak Semeru dan 566 meter lagi menuju puncak Rinjani.

Jalur Poonhill relatif aman. Risiko terkena AMS kecil. Mayoritas jalannya masih bisa dilalui seekor sapi atau kuda. Itu artinya jalurnya cukup lebar dan tidak terlalu dekat ke jurang. Jika orang lokal menyatakan bahwa Poonhill jalur yang mudah, anggap saja anda seperti bicara pada orang-orang Baduy Dalam  yang biasa jalan kaki 3-4 hari naik turun gunung. Bagi mereka mudah, bagi orang lain belum tentu.

Dari Pokhara saya jalan kaki ke perempatan untuk naik bus lokal menuju Prithivichowk. Dari sana, naik bus lokal lainnya menuju Baglung bus park. Setelah itu jalan kaki menuju terminal dan naik bus lagi menuju Nayapul. Total perjalanan bus ini memakan waktu sekitar 2 jam melewati jalur pegunungan. Tarif busnya 200 rupee. Meski belakangan saya tahu tarif resminya hanya setengahnya.   Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , | 4 Komentar

CATATAN PERJALANAN NEPAL #2 POKHARA


Pokhara  adalah wilayah yang sangat berbeda. Pemandangannya indah. Jalanannya bersih dan bagus. Hotel-hotel mewah bertebaran. Secara umum para penduduk di kota ini nampaknya hidup lebih makmur. Orang-orang lokalnya juga jauh lebih ramah serta terasa lebih tulus. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

CATATAN PERJALANAN NEPAL #1 NAMASTE. SELAMAT DATANG DI NEGERI ATAP DUNIA


Setelah sekitar tujuh jam penerbangan dan dua jam transit di Kuala Lumpur, pesawat yang saya tumpangi akhirnya mendarat di Bandara Internasional Tribhuvan, Kathmandu. Bangunan bata merahnya yang khas tidak begitu kentara karena saya tiba malam hari. Dengan sedikit lingung saya kembali mencocokkan arloji dengan waktu setempat. Nepal 1 jam 15 menit lebih lambat dari Indonesia. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , , , , , , , | 2 Komentar

4 Hal yang Menandakan Kamu Pendaki Sejati


 

Kami mengaku sebagai pendaki gunung? Pemula atau profesional? Tipe alay atau pecinta alam? Empat hal di bawah ini bisa menjadi indikasi kalau kamu pendaki sejati.

  1. Pendaki Sejati Akan Membawa Turun Sampahnya

Pendaki sejati tidak akan sembarangan membuang sampah. Sampah-sampah organik seperti sisa makanan atau potongan sayuran masih bisa ditanam untuk kesuburan tanah. Namun pendaki sejati tidak akan meninggalkan sampah seperti plastik atau kaleng bekas sarden.

Pendaki sejati akan membawa kembali sampahnya turun gunung serta merapikan kembali bekas-bekas kempingnya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , | Meninggalkan komentar