Catper #25 JALAN-JALAN


Kalau saya bilang jalan-jalan, itu artinya bener-bener jalan kaki.

Sejak hari pertama, begitu sampai penginapan, saya jalan kaki ke jalan Tanon thani, kawasan sebelum Rambutri yang ramai sehingga saya kira Khaosan road.

“Just 10-15 by walk,” kata staf penginapan saat saya tanya tempat makan. Namun karena saya kemudian balik ke guest house dan membooking penginapan, jadilah saya menempuh perjalanan bolak-balik selama satu jam. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Catper #24 DISORIENTASI WAKTU DAN MATA UANG


Saya ingat seorang kolega senior saya pernah bercerita. Karena beliau sering sekali bepergian keliling dunia. Ratusan negara sudah dikunjungi. Skalanya sudah bukan lagi ecek-ecek, makan pagi di Belgia, makan siang di Perancis, makan malam di belahan bumi yang lain. Sudah bukan antar negara, tapi sudah perpindahan antar benua dalam satu hari. Jadi saat bangun tidur, biasanya sudah kehilangan orientasi, sehingga yang pertama harus ditanyakan ke diri sendiri adalah, “Saya berada di mana? Negara dan benua mana? Kota apa? Siang atau malam? Pukul berapa sekarang?” Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , | 2 Komentar

Catper #23 BAHASA INGGRIS, MELAYU, ATAU…,


If you came from Indonesia, so, why you speak English?” Beberapa kali pertanyaan yang sama datang saat saya di Malaysia.

Nah lho.

Saya bingung deh jawabnya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , , | 3 Komentar

CATPER #22: SEMALAM DI CHANGI


Sejak di indonesia, saya sudah niat, mau tau gimana rasanya nginep di bandara Changi. Kayaknya bakal seru. Jadilah saya ambil pesawat pagi, dan memang, pesawat pagi terbilang paling murah.

Sebenarnya dari Bugis ke airport hanya memakan waktu sekitar 25 menit dengan MRT sehingga masih cukup waktu untuk check in pukul 7 pagi. Namun dengan memperhitungkan jalan kaki ke stasiun, kemungkinan nyasar, kesiangan, atau telat mandi habis subuh, dengan MRT paling awal pukul 6 pagi, waktu subuh yang juga sekitar pukul 6 pagi, jadilah menginap di Changi menjadi pilihan yang paling masuk akal.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN | Tag , , , | Meninggalkan komentar

CATPER #21: MASJID TAMPINES


Tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang Singapura. Kegiatan saya bisa dibilang mainstreem. Pergi ke Merlion dan Marina Bay, sebelum check out, membeli oleh-oleh di Mustafa Center bersama Mbak Dina, teman sekamar saya yang ternyata dari Surabaya. Terlepas dari majunya negara ini, Singapura bagi saya pribadi tidak terlalu menarik. Jadi setelah berjam-jam jalan kaki dan bertanya sana-sini, saya memutuskan untuk langsung ke bandara saja.

Sesungguhnya ini keputusan yang sangat keliru. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN | Tag , , , , , | 5 Komentar

CATPER #20: SINGAPURA-SENTOSA ISLAND


Bus berhenti di sebuah perempatan dan saya dipersilakan turun. Kernet bus mengatakan saya tinggal menyeberang jalan dan bertanya pada orang lokal untuk menuju ke kawasan Bugis.

Saya turun dengan bingung. Saya tahu Singapura punya peraturan yang ketat dan denda yang tinggi untuk pembuang sampah dan penyebrang jalan sembarangan. Namun begitu saya lihat seseorang menyeberang, saya pun ikut-ikutan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , , , , | 2 Komentar

CATPER 19: MELINTASI PERBATASAN MALAYSIA-SINGAPURA


Mr. Harry benar, sore hari di Malaka dipenuhi ribuan buruk gagak di mana-mana. Suaranya berisik dan kawanan mereka yang terbang bersamaan seperti siluet hitam di langit.

Saya berkeliling berjam-jam. Mengabaikan rasa lelah dan berjalan kaki mengelilingi kawasan ini. Mengobrol dengan turis Jepang yang sedang melakukan penggalangan dana gempa Nepal, berfoto di reruntuhan benteng dan kapal layar besar, salat di Surau Warisan dan mengambil banyak foto. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN | Tag , , , , , , | 4 Komentar

CATPER #18: MALAKA- MR. HARRY YANG BAIK HATI


Esok paginya, usai mandi dan sarapan, saya menitipkan kunci pada petugas penginapan dan segera check out. Dari stesen Chow Kit saya naik monorail ke Titiwangsa seharga 1 RM 20 sen, lalu ganti LRT seharga 1 RM 70 sen ke BTS (Bandar Tasik Selatan).

bangunan terminal BTS dr luar

Terminal bus Bandar Tasik Selatan

BTS merupakan terminal yang sangat bersih. Mirip dengan bandara. Saya mencari agen bus dan mendapatkan bus ke Malaka seharga 11 RM. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

CATPER 17: KL MAINSTREEM, PETRONAS


Saya merasa agak norak dengan tetap melakukan hal mainstrem seperti mengunjungi Petronas. Dengan sisa waktu yang ada, walaupun badan lelah saya teap ke pergi ke luar. Penginapan saya ternyata lebih dekat dengan stasiun monorail Chow kit. Lebih dekat dengan jalan raya, dan lebih aman daripada lewat stasiun Kampung Baru yang memutar. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN | Tag , , , , , | 2 Komentar

CATPER #16: EPISODE KAMAR DI KL


Saya masuk ke stasiun Cempaka, membeli tiket ke Masjid Jamek seharga 2 ringgit 40 sen. Untunglah saya masih menyimpan beberapa koin sen.

Oh ya, untuk naik kereta api di Thailand dan Malaysia sama-sama menggunakan koin sesuai tujuan.

Jumat yang panas. Saya menyelinap di tengah kerumunan orang, mencari-cari toko buku yang menjual buku-buku Indonesia. Sekedar menuntaskan rasa ingin tahu. Setelah bertemu dan berbicara sebentar dengan pemiliknya, saya memutuskan untuk mencari penginapan saja. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar