REVIEW FILM 212 THE POWER OF LOVE. KONFLIK KELUARGA DALAM BINGKAI SEJARAH


Tujuh juta orang, berkumpul di suatu tempat yang bukan Mekah atau Madinah. Diwarnai santri Ciamis yang menempuh 300 kilometer dengan berjalan kaki, agaknya peristiwa itu yang menarik Jastis Arimba untuk mendokumentasikannya dalam film layar lebar bertajuk 212 The Power Of Love.

Alih-alih sebagai film dokumenter,  fim ini dengan sangat berhati-hati mengambil momen 212 sebagai bingkai cerita yang lebih sederhana: hubungan ayah dan anak.

IMG_20180511_144943_635

Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di INFO, KEPENULISAN, Uncategorized | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

E-book gratis cerita humor


Halo Pembaca.

Daripada blog ini vakum dan saya belum sempat nulis lagi. Mending saya bagikan aja cerita lama yang pernah saya kasih link-nya di aplikasi sebelah. Dengan pertimbangan dokumentasi karya,  saya posting lengkap ceritanya di sini deh.

Kalau biasanya saya nulis sesuatu yang ‘serius’, cerita yang ini lebih ringan sih. Cocoklah buat hiburan. Lagipula ada momen-momen indah yang saya tulis di sini yang sepertinya pas untuk nostalgia ramadhan zaman kecil dulu.

Beberapa bulan lalu saya sempat iseng membuat versi skenario-nya untuk latihan menulis. Tapi kemudian dengan alasan (sok) sibuk, jadilah nggak dilanjutkan. Hehe…

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di KEPENULISAN, Uncategorized | Tag , , | Meninggalkan komentar

REVIEW SINGKAT FILM ‘GURU NGAJI’


 

 

IMG_20180401_210319_953

Poster film Guru Ngaji di bioskop

Di balik make up tebal atau topeng seorang badut. Apakah ia betul-betul tersenyum?

Sepertinya tidak selalu.

Setidaknya hal ini tergambar dalam film ‘Guru Ngaji’ yang diperankan dengan sangat apik oleh Donny Damara. Istrinya diperankan oleh Dewi Irawan, sedang anaknya, Ismail diperankan oleh aktor cilik, Akinza.

Film Guru Ngaji menceritakan seorang guru seorang bernama Mukri yang menjadi guru ngaji di sebuah desa. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia memiliki pekerjaan sampingan sebagai seorang badut di pasar malam. Pekerjaan ini dilakukan Mukri secara diam-diam.  Bahkan istri, anak dan seluruh penduduk kampungnya tidak ada yang mengetahui pekerjaan sampingan tersebut. Hingga suatu hari dia harus mengisi acara ulang tahun anak kepala desa sebagai pembaca doa sekaligus badut sulap di event yang sama.  Baca lebih lanjut

Dipublikasi di KEPENULISAN, Uncategorized | Tag , , | 2 Komentar

Simbol Cinta Tak Biasa Dalam Film Bunda, Cinta 2 kodi


Bunda__Kisah_Cinta_2_Kodi-1

Tahun lalu saya mengikuti training ekonomi syariah di kantor pusat. Pembicaranya saat itu adalah Rendy Saputra. Di tengah pemaparannya tentang bisnis, ia mengatakan tengah mempersiapkan sebuah film entrepreneurship bersama Asma Nadia.

Demi mendengar  senior saya disebut, tak urung saya penasaran juga. Seperti apa ya kolaborasi komunitas Saudagar Nusantara dan Mbak Asma yang kerap mempromosikan jargon ‘No Excuses’? Akankah film ini menjadi film inspirasi dari kisah nyata seperti Chris Gardner dalam ‘The Pursuit of Happyness’? Apalagi ada 2 tokoh anak kecil di situ.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di INFO, KEPENULISAN, Uncategorized | Tag , , , , , , | 7 Komentar

(Late) Review The Greatest Showman. Tak Sekedar Film Sirkus.


The noblest art is that of making others happy.

Everyone is special…. That’s the point of my show.  (PT Barnum)

poster film

Ini review yang cukup terlambat. Saya menonton film ini beberapa minggu lalu namun baru terpikir untuk menulis review-nya sekarang.

Awalnya saya tidak tertarik untuk menonton film The Greatest Show Man. Saya baru terpikir untuk menontonnya karena senior saya, Kang Irfan Hidayatullah sempat menyebut film ini ketika menyinggung tentang kritik seni saat acara musyawarah Badan Pengurus Pusat Forum Lingkar Pena (BPP FLP) awal januari lalu.

Ternyata saya terpikat.

Yang  pasti bukan hanya saya. Sebab film ini memperoleh 3 nominasi Golden Globe termasuk nominasi pemeran utama dan memenangkan kategori lagu originalnya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di INFO, PENGEMBANGAN DIRI, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

REVIEW FILM AYAT-AYAT CINTA 2. JALAN TENGAH IDEOLOGI DAN FIKSI


IMG_20171231_162258_901

Dalam sebuah pelatihan menulis yang saya ikuti, Jujur Prananto, penulis skenario Ada Apa Dengan Cinta (AADC)  mengatakan, ketika tulisan kita sudah menjadi sebuah film, maka naskah  itu tidak sepenuhnya menjadi karya kita lagi. Ketika polemik film Ayat-Ayat Cinta 2 (AAC 2) mengemuka, saya teringat sebuah sesi diskusi bersama Habiburahman el Shirazy atau yang lebih akrab dipanggil Kang abik. Dalam kesempatan itu, saya termasuk orang yang memprotes, kenapa film AAC 1 tidak sebaik novelnya. Saat itu Kang Abik menceritakan proses di balik layar novel AAC menjadi sebuah film.

Terlepas dari berbagai tanggapan yang datang, saya merasa bersyukur dengan keberadaan film Ayat-Ayat Cinta 2. Adalah kemewahan tersendiri, ketika sebuah novel yang mengangkat tentang Palestina, kebhinekaan, perbedaan fiqh, dan kemanusiaan diangkat dalam sebuah film yang layak. Dengan promosi besar-besaran di televisi dan jejeran commuter line. Ada semacam kelegaan bahwa film yang mengusung tema besar seperti itu disupervisi oleh seorang Habiburahman yang kapasitas keilmuannya cukup mumpuni.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di INFO, KEPENULISAN, Uncategorized | Tag , , , , , , | 4 Komentar

E-BOOK GRATIS CATATAN PERJALANAN


Berkelana membuatmu terdiam takjub, lalu perlahan mengubahmu menjadi orang yang pandai bercerita. (Ibnu Batutah, penjelajah terhebat sepanjang masa. yang capaiannya berkeliling dunia jauh melampaui Marco Polo)

Halo, pembaca.

Saya suka ditanya, kenapa catatan perjalanan saya nggak dibukukan saja. Supaya kalo ada yang mau pergi ke tempat tersebut ada gambaran. Berhubung sebagian besar tulisannya ada di blog, biasanya saya arahkan untuk baca sendiri saja. Tapi untuk mengakomodir hal tersebut, atau yang minta catatan perjalanan saya dalam satu folder, silakan unduh di sini secara gratis.

🙂 Baca lebih lanjut

Dipublikasi di INFO, KEPENULISAN, SERI PERJALANAN, TIPS, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

SEBUAH QUOT DI TEPI PHEWA


Pukul delapan malam waktu setempat saat pesawat saya mendarat di Kathmandu, Nepal. Hujan deras menyambut begitu saya melangkah ke area penjemputan. Sebuah taksi tua berbau apak membawa saya ke penginapan di area Thamel.

Namaste, selamat datang di negeri atap dunia. Inilah negeri yang memiliki 8 dari 10 puncak gunung tertinggi di dunia. Negeri di mana bumi dan langit seolah bersatu. Everest, Annapurna, Fish tail adalah sebagian jajaran pegunungan Himalaya yang ada di negara ini. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

NEPAL: MAHAL ATAU MURAH?


Kalau anda hanya datang ke Kathmandu, menginap di kawasan Thamel, berburu sale barang-barang outdoor, ke Pokhara dan mengunjungi Phewa Lake, biayanya akan murah. Kurang lebih sama dengan Jakarta atau Thailand.

Tapi bila anda treking, apalagi mengambil foto panjang seperti ABC atau EBC, pergi ke tempat-tempat yang jauh dengan taksi, paragliding, melihat dari dekat Everest dengan pesawat dan memburu oleh-oleh, maka akan lain lagi ceritanya.

Kenapa untuk wisata trekking memakan biaya cukup mahal? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

JALAN-JALAN (SELALU) MENYENANGKAN? KATA SIAPA?


Setiap kali saya posting foto atau status jalan-jalan, biasanya ada saja yang komen, “Ih, enak banget, jalan-jalan terus,” atau hal semacam itu. Nah, saya kasih tahu rahasianya ya. Setiap perjalanan itu memiliki cerita tersendiri. Traveling itu berat saudara-saudara. Sama lah Kayak hidup ini. *Eh.

Ng, maksud saya, semua traveler pasti pernah mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan. Entah itu mengangkut imigrasi, bagasi atau orang-orang yang kita temui.
Okelah saya nggak akan mengungkit-ungkit cerita-cerita perjalanan saya yang lalu-lalu. Kita bicara perjalanan Nepal kemarin saja deh ya? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN | Tag , , , , , , | 2 Komentar