SEBUAH QUOT DI TEPI PHEWA


Pukul delapan malam waktu setempat saat pesawat saya mendarat di Kathmandu, Nepal. Hujan deras menyambut begitu saya melangkah ke area penjemputan. Sebuah taksi tua berbau apak membawa saya ke penginapan di area Thamel.

Namaste, selamat datang di negeri atap dunia. Inilah negeri yang memiliki 8 dari 10 puncak gunung tertinggi di dunia. Negeri di mana bumi dan langit seolah bersatu. Everest, Annapurna, Fish tail adalah sebagian jajaran pegunungan Himalaya yang ada di negara ini. Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

NEPAL: MAHAL ATAU MURAH?


Kalau anda hanya datang ke Kathmandu, menginap di kawasan Thamel, berburu sale barang-barang outdoor, ke Pokhara dan mengunjungi Phewa Lake, biayanya akan murah. Kurang lebih sama dengan Jakarta atau Thailand.

Tapi bila anda treking, apalagi mengambil foto panjang seperti ABC atau EBC, pergi ke tempat-tempat yang jauh dengan taksi, paragliding, melihat dari dekat Everest dengan pesawat dan memburu oleh-oleh, maka akan lain lagi ceritanya.

Kenapa untuk wisata trekking memakan biaya cukup mahal? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

JALAN-JALAN (SELALU) MENYENANGKAN? KATA SIAPA?


Setiap kali saya posting foto atau status jalan-jalan, biasanya ada saja yang komen, “Ih, enak banget, jalan-jalan terus,” atau hal semacam itu. Nah, saya kasih tahu rahasianya ya. Setiap perjalanan itu memiliki cerita tersendiri. Traveling itu berat saudara-saudara. Sama lah Kayak hidup ini. *Eh.

Ng, maksud saya, semua traveler pasti pernah mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan. Entah itu mengangkut imigrasi, bagasi atau orang-orang yang kita temui.
Okelah saya nggak akan mengungkit-ungkit cerita-cerita perjalanan saya yang lalu-lalu. Kita bicara perjalanan Nepal kemarin saja deh ya? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

CATATAN PERJALANAN NEPAL 10. TIME TO SAY GOOD BYE


Kalau dalam seminar motivasi atau saat pendakian umumnya kita akan berkata, “See you at the top,” maka belakangan saya, Nuraini, Sumi, Sophie dan Lydia justru mengucapkan, “See you at the shop.”

Kami menghabiskan waktu lebih banyak di toko. Memperhatikan cara Mr. Ghulan melayani pelanggan. Kami takjub dengan cara berjualannya. Sehingga walaupun pelanggan yang tadinya hanya berniat membeli 1 barang menjadi membeli lebih banyak barang, namun bersedia membayar dengan senang hati. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

CATATAN PERJALANAN NEPAL #9 MENDADAK OLSHOP


Biasanya ketika traveling saya tidak mau dipusingkan hal-hal yang membuat saya tidak enjoy. Jangankan menerima barang titipan, oleh-oleh saja biasanya beli seketemunya di jalan. Namun ketika Nepal terus-menerus diguyur hujan, orang-orang malas keluar sementara Sumi dan ayahnya hanya menunggu di toko, saya merasa harus berbuat sesuatu. Saya memutuskan untuk membuat diri saya lebih berguna. Jadi kali ini, saya membuat pengecualian.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

DI BALIK LAYAR MUNAS KE-4 FLP


Kamis malam. Ketika para peserta tiba di Wisma PU, saya teringat pengalaman Munas pertama saya belasan tahun yang lalu.

Saya dan beberapa teman FLP Bandung berangkat ke Jogjakarta. Kami mengajukan sponsor sana-sini demi mendapatkan biaya untuk keperluan Munas. Kami naik kereta ekonomi malam hari. Kereta ekonomi saat itu belum sebaik sekarang. Lampu gerbong mati. Pedagang berseliweran. Sementara saya dan teman-teman yang perempuan cukup beruntung mendapat tempat duduk. Para laki-laki, Kang Irfan Hidayatullah, Kang Opik, Bang Aswi dan lainnya duduk dan berjaga bergantian demi mengamankan kami dari copet.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di CATATAN KECIL, INFO, KEPENULISAN, Uncategorized | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

CATATAN PERJALANAN NEPAL #8 GIRL POWER


Apa yang dilakukan para gadis ketika berkumpul?

Ngerumpi?

Yah, jika sudah saling kenal lama, mungkin itu yang akan kami lakukan. Namun berhubung kami semua kawan baru. Jadi kami hanya melakukan hal-hal standard yang dilakukan wanita pada umumnya: memasak.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , , , , , | 2 Komentar

CATATAN PERJALANAN NEPAL #7 KELUARGA BARU DARI KASHMIR


“Kaki kamu pasti sakit sekali sekarang,” kata Sumi keesokan harinya.

Saya hanya tertawa. Mr. Ghulan sudah pergi ke toko. Televisi di ruang tamu menyala, menyiarkan berita dalam bahasa Hindi. Kami berdua telah selesai sarapan. Croisant dan teh susu. Belakangan saya tahu resepnya berbeda. Teh susu untuk saya diberi gula. Sedang untuk Sumi dan ayahnya diberi garam. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , , , , , , , | 4 Komentar

CATATAN PERJALANAN NEPAL 6. NAYAPUL-POKHARA


Seharusnya saya tidak di sini.

Seharusnya saya duduk manis di sebuah hotel dekat Danau Phewa atau menginap semalam lagi di sebuah tea house yang memiliki perapian tradisional. Menikmati segelas masala tea dan momo sayuran sambil menghangatkan diri di depan pendiangan.

Nyatanya, saya ada dalam sebuah bus di tengah badai. Menjadi satu-satunya turis di antara orang-orang lokal. Sementara hujan dan angin memukul-mukul kaca jendela. Bus menempuh rute berkelok, di sebuah jalan tanpa lampu penerangan. Ketika petir menggelegar, kilatan cahayanya membuat saya tahu kami berada di dekat jurang. Sialnya, saya duduk di dekat supir bus. Jadi seluruh pemandangan di depan terhampar jelas.

Menempuh rute ini di pagi hari yang cerah mungkin menyenangkan. Tapi melewatinya di malam hari ketika cuaca buruk adalah hal yang menakutkan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

CATATAN PERJALANAN NEPAL #5 POON HILL-NAYAPUL


Gerimis turun sejak pagi. Gorephani diselimuti halimun. Selama berjam-jam saya berharap cuaca membaik. Perjalanan ke Poon hill memakan waktu sekitar 45 menit. Namun saya mengalokasikan waktu 1 jam agar lebih leluasa menikmati jajaran pegunungan Himalaya. Saya berencana menghabiskan waktu setengah jam di Poon hill sebelum kemudian kembali turun ke Nayapul dan langsung kembali ke Pokhara.

Pukul 10 pagi saya memutuskan untuk naik. Saya mengenakan jaket, menembus hujan dan mulai mendaki. Saya tahu saya tidak akan melihat Everest, Annapurna, Lotse, Fishtail atau gunung-gunung terkenal lainnya dalam cuaca seperti ini. Tapi tak apa. Setidaknya kali ini saya lebih siap. Tidak seperti tahun lalu ketika jauh-jauh ke Kawaguchiko dan Gunung Fuji tertutup kabut.

Lagipula, saya sudah di sini. Sudah sejauh ini. Saya perlu menyelesaikan apa yang sudah saya mulai.

IMG_20170816_074458

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SERI PERJALANAN, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar